Manajemen Strategis dan Profesional HRD
Manajemen Strategis
merupakan sejumlah keputusan dan aksi manajerial yang bertujuan memberikan keselarasan superior (kesesuaian kepemimpinan) yang kompetitif (mampu bersaing) dengan lingkungan eksternal dan meningkatkan kinerja organisasi jangka
panjang. Manajemen strategis melibatkan beberapa proses berbeda, meliputi
formulasi strategi, implementasi strategi, dan kontrol.
Pada
level formulasi, top manajemen (manajemen tertinggi)
pertama-tama harus menilai
keberlangsungan hidup misi yang ada, tujuan,
strategi, kebijakan, program, teknologi, tenaga kerja, dan sumber
daya yang lain. Selanjutnya, mereka memantau
dan menilai aspek-aspek yang berbeda
dari lingkungan eksternal yang mendatangkan
ancaman atau menawarkan peluang
potensial. Akhirnya, dalam kaitannya dengan penilaian, manajemen harus mengidentifikasi faktor-faktor straregis
(misalnya, misis, strategi, dan bauran produk) yang perlu diubah atau
diperbarui.
Dua
dekade terakhir telah terlihat minat, riset, dan tindakan yang semakin meningkat mengenai manajemen SDM strategis. Tekanannya
pada lebih mengintegrasikan MSDM
dengan kebutuhan-kebutuhan strategis
organisasi. Untuk melakukan ini, dua jenis
kesesuaian diperlukan. Pertama, keselarasan
eksternal diperlukan antara rencana
strategis organisasi dengan lingkungan
eksternal yang dihadapi. Kedua, kesesuaian,
internal diperlukan di dalam organisasi, yaitu strategi organisasi harus diselaraskan dengan misi, tujuan, keyakinan,
dan nilai-nilai menjaid ciri khas organisasi. Lebih jauh, perlu ada kesesuaian di antara aneka subsistem yang membentuk
organisasi.
Beberapa area yang perlu ditangani meliputi:
- Praktik
manajemen : bagaimana para karyawan dikelola
dan diperlakukan (contohnya, seberapa besar karyawan berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan ?)
- Struktur
organisasi : bagaimana karyawan ditata (contohnya,
seberapa “datar” hierarki/ jenjang manajerial organisasi ?)
- Sistem
SDM : bagaimana karyawan diseleksi, dilatih, diberi
imbalan, dinilai dsb (contohnya seberapa erat imbalan dikaitkan dengan
ukuran kinerja individu, tim, atau organisasi ?)
- Sistem
dan praktik
kerja yang lain : (contohnya, sejauh mana teknologi atau sistem
informasi digunakan untuk memfasilitasi proses kerja ?)
Nilai
pendekatan ini adalah melihat organisasi sebagai sebuah sistem yang utuh. Semua
bagian organisasi harus bekerja sama secara keseluruhan untuk mencapai tujuan
organisasi secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi. Beberapa hasil
yang dikehendaki seperti sistem kerja berkinerja tinggi adalah produktivitas,
kualitas, fleksibilitas yang meningkat, dan waktu siklus yang lebih pendek,
juga kepuasan pelanggan dan karyawan serta kualitas kehidupan kerja yang
semakin meningkat.
Tantangan atau kesempatan saat ini untuk professional HRD adalah memainkan peranan
yang strategis di dalam memfungsikan organisasi. Secara khusus, eksekutif dan
professional HRD seharusnya menujukkan kapabilitas strategis HRD dalam tiga
cara utama:
- Secara langsung berpatisipasi dalam proses manajemen strategis organisasi.
- Menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada manajer lini dalam konsep dan metode manajemen dan perencanaan strategis.
- Menyediakan pelatihan untuk seluruh karyawan ynag selaras dengan tujuan dna strategi organisasi.
Pertama,
eksekutif HRD seharunya menyumbangkan informasi, ide, rekomendasi selama
formulasi strategi dan memastikan bahwa strategi HRD organisasi konsisten dengan strategi keseluruhan.
Peranan
strategis kedua untuk professional HRD adalah menyediakan program pendidikan
dan pelatihan (diklat) yang mendukung manajemen strategis yang efektif.
Pelatihan dalam konsep dan metode manajemen strategis membantu manajer lini
mengembangkan perspektif global (pandangan umum) yang esensial (mendasar) untuk
dikelola dalam lingkungan yang amat kompetitif pada saat ini.
Terakhir,
professional HRD harus memastikan bahwa semua usaha pelatihan secara jelas
terkait dengan sasaran dan strategi organisasi.
Komentar
Posting Komentar